Tuesday, February 28, 2012

SINOPSIS BUKU - Marco van Basten : Era AC Milan dan Oranye

Marco van Basten adalah sebuah nama yang sudah tercatat dengan tinta emas di blantika sepakbola dunia.

Popularitas Van Basten bukan karena perangai yang kontroversial, tapi oleh keteladanan gaya hidup dan sikap elegan. Ia menghadapi berbagai cobaan tanpa mengeluh dan mengemis. Van Basten adalah pejuang, dan ternyata menang.

Kebintangan dan perjuangan itulah yang dituangkan oleh seorang Zeger van Herwaarden. Wartawan Belanda ini sudah lama mengikuti dan mencatat setiap perkembangan karir Van Basten.

Cara Van Herwaarden bertutur sungguh lincah dan menarik. Karena itu, buku ini menjadi lebih enak untuk dinikmati. Tokoh Van Basten dilukiskan sebagaimana adanya tanpa bumbu berlebihan.

Melalui buku ini semakin jelas bagaimana Van Basten menghadapi pergulatan batin dan jasmani. Talenta yang luar biasa terbungkus di dalam diri Van Basten, tapi di dalam tubuh itu sendiri terselip duri cedera akut yang setiap saat dapat mencabut prestasi yang tengah dititi.

Van Basten adalah satu dari Trio Oranye bersama Ruud Gullit dan Frank Rijkaard yang melambungkan The Dream Team, ac Milan. Hebatnya, allenatore Arrigo Sacchi maupun Fabio Capello mampu menggali potensi trio ini.

Pada akhirnya cedera tumit kanan Van Basten tak kuasa dikalahkan. Selamat tinggal gemerlap stadion. Dengan terpaksa rumput hijau ditinggalkan dengan hati pedih.

Apakah Van Basten menghilang dan menjadi juragan susu? Tidak, sepakbola tetap mengalir dalam darah. Empat tokoh: Rinus Michels, Johan Cruyff, Sacchi dan Capello menjadi sumber inspirasi mendalami ilmu kepelatihan.

Menjadi bintang lapangan dengan gelar Juara Piala Eropa 1988 sudah lewat. Apakah jabatan bondscoach Belanda dapat dijalankan lebih melebihi prestasi yang pernah disandang?

Jika ingin lebih mengenal dan menyelami pola pikir Marco van Basten, buku ini wajib dibaca.

Ian Situmorang
Pemimpin Redaksi Tabloid BOLA
 
Sumber: Bukukita.com

Saturday, February 25, 2012

Potret Keriput


Oleh: Sintia Astarina – Ilkom 2011

Berkelana mereguk malam
Di antara sekumpulan kunang-kunang yang temaram
Alkohol digenggam, nikotin di tangan
Bersama angin, ‘kan dia bawa karam

Ia tertunduk dalam kubangan sia-sia
Sakit merenggut jiwa muda
Dalam sisa nafas yang tersisa
Dalam sesak yang menganga

Ia menuju tua
Kota keramaian penuh dosa
Keriput hiasi wajahnya
Murka Tuhan hampiri hidupnya

Mudanya, nikotin sang sahabat penggoda
Obat-obatan berubah wujud dalam darah
Alkohol mengawang di kepala
Segalanya terpecah...

Ia yang kupandangi
Ia yang ratapi
Lalu! Bagaimana potretku?
Sama...