Saturday, December 15, 2012

Pelangi Itu Masih Ada



Pelangi Itu Masih Ada 
Oleh : David Mario


Mendungnya langit tak dapat ku hindari
Mendungnya langit tak dapat ku pungkiri
Mendungnya langit tak dapat kusangkali
Mendungnya langit memang benar terjadi 

Suara gelegar itu menghantam kupingku
Suara gelegar itu menggetarkan hatiku
Suara gelegar itu menakutkan jiwaku
Suara gelegar itu memang melanda Indonesiaku

Hujan deras datang membasahi  tanah ini
Hujan deras datang membuatku menunggu begini
Hujan deras datang membawa kabar ini
Hujan deras memang datang  untuk negeri ini

Ada tangis dibalik jeritan itu
Ada pilu dibalik kesedihan itu
Ada  usaha dibalik sukses itu
Ada kerja keras dibalik kokohnya semangat itu
Ada pelangi indah dibalik penderitaan itu
 

Friday, December 14, 2012

Fikom Night 2012 : Its Your Broadway!



Pintu Masuk Function Hall
It's Your Broadway! Ya... itulah tema yang diusung oleh Fikom Night 2012. Acara yang berlangsung pada Kamis, 13 Desember 2012 pada pukul 5 sore ini nyatanya begitu meriah. Banyak mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi UMN yang turut meramaikan acara ini. Terbukti dengan penuhnya Function Hall dan bangku-bangku yang hampir terisi penuh.

Konsep Broadway semakin terasa ketika panggung Function Hall dikelilingi sorot cahaya lampu warna-warni yang mampu menambah suasana Broadway sesungguhnya! Dengan mengusung tema yang lain dari biasanya, Fikom Night 2012 tidak hanya menjadikan acara ini sebagai wadah untuk berkumpul, tetapi mengajak mahasiswa Fikom untuk menunjukan bakatnya di bidang musik, tari, akting, dan sebagainya. Ada tujuh finalis yang lolos audisi dan tampil malam ini, yakni E-Fresh, D'Archipelago, Finelle, Cherly Boys, Serambi Sendja, Gabby M. Runtu, Candeza. Mereka memberikan performa terbaik demi memenangkan uang tunai dengan total Rp 5.000.000.
Broadway Stage

Uniknya, para mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi dapat mendukung ketujuh finalis dengan memasukkan koin 500 ke starbox yang tersedia di bagian belakang Function Hall. Antusiasme yang luar biasa nyatanya mampu menarik banyak mahasiswa untuk berpartisipasi. Teriakan demi teriakan untuk mendukung finalis favorit masing-masing kian menggema ketika para finalis tampil di atas panggung. Semuanya begitu memikat dewan juri yang terdiri dari Riris Marpaung, Benny Jurdi, dan Iqbal Maulana.

Selain itu malam puncak Fikom Night 2012 juga dimeriahkan oleh penampilan dari NNVistic dan Sit Back. Sampai akhirnya, pengumuman pemenang pun dibacakan. Candenza berhasil meraih posisi III, E-Fresh di posisi II, dan Cheerly Boyz nyatanya mampu merebut posisi pertama! Selamat kepada Cheerly Boys yang juga menjadi juara terfavorit dari penghitungan koin terbanyak.

Seluruh finalis telah menampilkan hasil terbaik, begitu juga dengan panitia-panitia yang rela membanting tulang demi terselenggaranya acara Fikom Night 2012 ini. Semoga Fikom Night tahun depan bisa lebih berkesan dan memunculkan ide segar guna mengakrabkan para mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi UMN lebih dekat lagi. Proficiat untuk Fikom Night 2012!

Wednesday, December 12, 2012

Keterbatasan Bukan Batasan


Oleh :

V.2 Production

Putri Suryani
Christianto Rasli
Mario Mediantoro
Leonita
Dona Handayani
Indah Lestari

(Jurnalistik 2010)

Profil : Dahlan Iskan Sang Inspiratif


Dahlan Iskan
(gambar diambil dari hukum.kompasiana.com)

Dahlan begitu inspiratif karena kesederhanaannya, jiwanya yang bebas, optimis, bertanggung jawab, dan pikirannya yang luar biasa.


Dahlan Iskan, pria kelahiran Magetan, 17 Agustus 1951 dari keluarga petani. Sempat selama dua tahun ia menjadi mahasiswa di IAIN Samarinda. Namun, tak selesai karena ia mengaku telah jatuh cinta pada koran kampus. Mulailah ia menjadi wartawan lokal.

Lembaga swadaya masyarakat Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi Sosial (LP3ES) mengadakan program kerja magang di Jakarta, ia terpilih dan dapat magang di majalah Tempo. Ia berada di bawah komando Pemimpin Redaksi Bur Rasuanto. Prestasinya, laporan eksklusif terpidana mati Kusni Kasdut dari penjara Cipinang.

Setelah selesai magang, ia kembali ke Samarinda. Sesekali member kontributnya kepada Tempo. Dikala ada tragedi Tampomas II terbakar dan tenggelam, Dahlan menurunkan dua laporan utama untuk Tempo. Dua edisi berturut-turut meulis tentang peristiwa yang menewaskan lima ribu penumpang di perairan Masalembo, Laut Jawa membuatnya dipromosikan untuk menduduki kepala biro Tempo di Surabaya.

Ketika Grafiti Pers membeli koran Jawa Post (1982), Eric Samola menunjuk Dahlan mengelolanya karena ia sudah mengetahui dengan baik wilayah Surabaya. Kepala sirkulasi dipegang oleh Imam Soeroso. Orang Tempo di Jakarta menilai mereka berdua ‘nekat’ mengelola Jawa Post yang diprediksi suram.

Jawa Post yang terbit pertama kali pada 1 Juli 1949 ini dimiliki oleh penggagasnya, yakni The Cung Sen. Koran yang berhaluan liberal ini, awalnya tergolong pers Cina yang menitikberatkan beritanya pada ekonomi, terutama perdagangan. Ketika dibeli Samola, koran ini hanya sepuluh persen dari oplah Surabaya Post, wajar banyak yang pesimistis.

Samola memberi modal kerja Rp 45 juta. Dahlan menerapkan program penghematan dan hanya menggunakan Rp 30 juta sampai Jawa Pos sudah mampu mandiri. Laki-laki yang menjiwai sifat jurnalis ini membenahi penampilan koran. Gambar dan foto di halaman pertama menjadi berwarna. Jajaran redaksi diperbaharui. Wartawan dikerahkan untuk mencari berita, bukan menunggu siaran pers atau undangan jumpa pers saja. Feature dan analisis berita diterapkan. Redaksi wajib siap siaga sampai pukul dua pagi. Jajaran tata letak harus bekerja keras kerja sambil berdiri sepanjang hari. Dahlan membuka jaringan penjualan melalui keluarga dan anak-anak sekolah. Lima tahun pertama oplah Jawa Pos luar biasa meningkat.

Peningkatan luar biasa sampai tahun 1990 ini sudah berhasil membawa Jawa Pos ke dalam deretan pertama koran paling laku di Indonesia. Lima tahun kedua (1987-1992) omset Jawa Pos mencapai Rp 38,6 miliar dengan oplah berjumlah 300 ribu eksemplar per hari. Sesuai slogan kampanye, “koran nasional yang terbit dari Surabaya”, Jawa Pos merambah keluar Surabaya dengan membentuk Jawa Pos News Network (JPNN) (1987) dengan Dahlan sebagai Chief Executive Officer. JPNN adalah jaringan yang memeasok berita ke 80 media cetak yang dimilikinya. Semua saling terhubung dan dapat diakses melalui bank data JPNN.

Tahun 2000, Jawa Pos memiliki 67 koran, tabloid, dan majalah. Grup Jawa Pos memiliki 40 jaringan percetakkan. Tahun 2002, Jawa Pos melebarkan sayap ke dunia televisi lokal. Meskipun sudah berhasil, Dahlan belum juga memiliki ruang kantor di gedung perkantoran Graha Pena, tidak memiliki nomor telepon khusus juga.  Dahlan yang rutin menghubungi sekertarisnya untuk melaporkan posisinya.

Dahlan selalu tampil sederhana bebas meskipun sekarang (2011) ia sudah menduduki jabatan Menteri BUMN setelah sebelumnya ia menduduki posisi direktur utama PLN dan membawa PLN kea rah yang jauh lebih baik. Ia tetap seorang yang seperti dulu, dan selalu dihormati oleh karyawannya. Dahlan begitu inspiratif karena kesederhanaannya, jiwanya yang bebas, optimis, bertanggung jawab, dan pikirannya yang luar biasa.


Ditulis pada 9 Januari 2012
Oleh Putri Suryani (Jurnalistik 2010)

Tuesday, December 11, 2012

Divisi Jurnalistik I'MKOM Gen 3

Kepengurusan Divisi Jurnalistik I'MKOM Gen 3 (periode 2012-2013) :
- Christianto Rasli (2010)
- Rheta Dwi Lestari (2011)
- Sintia Astarina (2011)

Selain memberi informasi, blog ini juga akan menampilkan karya-karya mahasiswa jurnalistik UMN. Seperti cerpen, puisi, videografi (iklan, film pendek, dll). Tidak tertutup kemungkinan untuk teman-teman 2012, kalau kalian punya karya, bisa dikirim juga loh! Apapun bentuk karya/tugas kalian bisa dikirimkan ke email kami di persmailkom@rocketmail.com, mention @PERSMAumn, hubungi contact person diatas.

I'MKOM, together we can!

Monday, December 10, 2012

I'MKOM Gen 3 Resmi Dilantik


Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Himpunan Mahasiswa Fakultas (HMF), dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Universitas Multimedia Nusantara periode 2012-2013 resmi dilantik pagi ini (10/12) di Function Hall. Dalam kata pengantarnya, Rektor UMN, Dr.  Ninok Leksono mengatakan agar mahasiswa selama masa studinya di UMN tidak hanya menuntut ilmu saja tetapi turut aktif berorganisasi juga.

“Saya berharap, selama masa studi di UMN, mahasiswa tetap mengutamakan ilmu, tetapi kalau hanya menuntut ilmu saja akan terasa ‘kering’. Manfaatkan waktu untuk berlatih berorganisasi karena melalui organisasi  kita bisa  belajar kepemimpinan. Jangan sampai masa belajar di UMN monoton dan tidak berwarna. Pergunakan kepengurusan ini untuk memberi nilai tambah selama di UMN, agar setelah lulus nanti akan punya kenangan tersendiri yang lebih kaya dan memiliki pengalaman,” katanya.

Pelantikan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars UMN. Lalu diikuti oleh kata sambutan oleh Ketua KBM 3, Putri Suryani dan kata sambutan oleh Ketua BEM 2, Preva Dimas. Kepengurusan BEM akan dilantik oleh KBM, sedangkan kepengurusan HMF dan HMJ dilantik oleh Kaprodi masing-masing fakultas/jurusan.

Karena Ibu Bertha Sri Eko selaku Kaprodi Ilmu Komunikasi berhalangan hadir, maka I’MKOM dilantik oleh Bapak Ambang Priyonggo selaku sekretaris prodi ilmu komunikasi. Adapaun ke-18 anggota I’MKOM yang dilantik ialah :

Ketua : Ananda Wondo (PR 2010)
Wakil Ketua : Nicko Purnomo (Jurnal 2011)

Sekretaris : Katharina Moli (PR 2010) dan Cinthya Tania (PR 2011)
Bendahara : Herdi Setiawan (PR 2010) dan Dina Sagita (PR 2011)

Divisi ARD : Angela Andriani (PR 2010), Nindya Putri Erlyta (PR 2011), Nicola Malva (PR 2011)

Divisi PR : Jessica Riadi (PR 2010), Jan Kristoforus (PR 2010), Diana Febi Winata (PR 2011)

Divisi Jurnalistik : Christianto Rasli (Jurnalistik 2011), Sintia Astarina (Jurnalistik 2011), Rheta Dwi Lestari (Jurnalistik 2011)

 Divisi Kesma : Pramuda Wardani (PR 2010), David Mario Hutabarat (PR 2011), Clara Alverina (Jurnalistik 2011)

Selamat mengemban amanah untuk ke-18 pengurus I’MKOM periode 2012-2013.
 I’MKOM, Together We Can!

Friday, November 16, 2012

Torres Ingin ke Spanyol, Hamman Malah Berharap El Nino


Fernando Torres mengalami penurunan performa semenjak masuk Chelsea pada bulan Januari 2011. Seperti dilansir nesn.com, pemain yang mencetak 81 gol untuk Liverpool tersebut ingin kembali ke Spanyol.
Sejak kepindahannya di Chelsea, Torres merasa kesal karena lebih banyak duduk di bangku cadangan dan hanya bermain pada saat-saat terakhir. Di tahun pertamanya tidak banyak gol yang ia cetak seperti waktu di Liverpool. Hanya tercatat 11 gol saat ia bermain pada 57 laga berseragam London Biru.
Tak heran, pemain kelahiran 20 Maret 1984 ini berencana untuk keluar dari The Blues di akhir musim 2011-2012. Namun, manager Chelsea, Roberto di Matteo meyakinkan dia akan mendapatkan peran besar di pertandingan-pertandingan selanjutnya.
Pemilik klub Chelsea, Roman Abromovich juga mempersiapkan diri untuk mengeluarkan pemain yang sering dijuluki El Nino tersebut. Namun sebelumnya, mantan pelatih The Blues, Rafa Benitez pernah menyatakan adanya harapan terhadap Fernando Torres.
“Saya yakin Fernando bisa lebih baik tetapi tim sendiri juga harus membantunya. Kita harus memberikan kesempatan dan kepercayaan”, ujarnya seperti dikutip the sun.co.uk.

Sementara itu, sebelumnya,  seperti dilansir harianolahraga.com, mantan punggawa Liverpool, Dietmar Hamann berharap mantan klubnya itu bisa membawa pulang Torres, jika ingin kembali berjaya.
“Saya akan membawa Torres pulang besok,” ujar Hamann jika dia berandai menjadi pelatih The Reds saat ini.
“Alasan lain, dia bakal kembali ke bentuk permainan terbaiknya, jika dia berseragam The Reds,” sambung Hamann, seperti dikutip Goal, Kamis (15/11/2012).




Oleh Zerica Estefania Surya - Jurnalistik 2011
   Tugas Penulisan Berita Media Cetak