Thursday, August 11, 2011

AC Milan Glories vs Indonesia All Star Legends


Lisensi pertandingan ini dipegang oleh ASD


JAKARTA - Setelah kedatangan Cesc Fabregas, Giovanni van Bronckhorst, dan Rio Ferdinand, kali ini suporter Indonesia akan dimanjakan oleh kedatangan tim senior AC Milan. Bagi teman-teman penggemar klub yang berjuluk I Rossoneri atau Si Merah Hitam ini, datang dan saksikan pertandingan amal antara pemain-pemain senior Milan melawan para pemain legendaris tim nasional Indonesia. Pertandingan bertajuk Milan Glorie akan digelar pada 4 September 2011 pukul 13.30 WIB.
Tim AC Milan Glories akan diisi oleh eks bintang-bintang Milan seperti Alessandro Costacurta, Christian Panucci, Cafu, Serginho, Nelson Dida, Giuseppe Favalli, Franco Baresi George Weah, Daniele Massaro dan lain-lain. Sedangkan Hendro Kartiko, Ponaryo Astaman, Bima Sakti, dan Widodo C. Putro adalah nama-nama yang akan memperkuat Indonesia All Star Legends dari 19 pemain yang terpilih. Eks pemain Timnas Indonesia ini akan diarsiteki oleh Benny Dollo.
Pertandingan ini termasuk ke dalam program Asia Disaster Relief Tour 2011. Program dimulai di Osaka 31 Agustus dan dilanjutkan di Jakarta empat hari berselang. Sebagian dari hasil penjualan tiket pertandingan ini akan disumabangkan melalui organisasi Nahdlatul Ulama. Selain itu, AC Milan Foundation juga akan menyumbangkan dana tambahan sebesar 50 ribu dollar AS.
Tiket pertandingan sudah tersedia mulai Rabu (3/8) dan dijual secara on-line melalui tiku.co.id, rajakarcis.com, ibudibjo.com, dan plasa.com, serta melayani pula penjualan langsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Tiket mulai Kategori III dijual seharga Rp 50.000 rupiah, sedangkan termahal VVIP seharga Rp 2.000.000 rupiah.
Untuk teman-teman yang ingin bergabung dalam membuat koreo dan tarian khusus di tribun stadion bersama Milanisti Indonesia (MI), official supporter AC Milan, dapat membeli tiket untuk kategori I seharga Rp 150.000 rupiah. Tiket ini bisa didapatkan di IBM Hanggar Futsal, Pancoran, homebase Milanisti Indonesia. Sedangkan bagi teman-teman yang sudah menjadi member MI, dapat menikmati harga khusus yakni Rp 120.000 rupiah untuk tiket kategori ini.
Teman-teman yang berdomisili di Tangerang tak perlu khawatir, karena Milanisti Indonesia Basis Tangerang (MILITAN) akan membantu mengakomodir penjualan tiket dan transportasi penonton dari Tangerang. Follow twitter MILITAN @MI_Tangerang untuk informasi contact person-nya dan ikuti perkembangan berita kedatangan tim kesayangan kalian di @MilanistiOrId.
Pastikan liburan kalian kali ini menjadi liburan yang menyenangkan. Bagi yang merayakan Idul Fitri, bisa memanfaatkan momen ini untuk berkumpul bersama keluarga dalam suasana yang tak biasa. Happy holiday guys! (risa/persma)


Friday, July 29, 2011

Liburan dan Melestarikan Kebudayaan Bangsa


Apa kegiatan kalian selama liburan? Magang? Jalan-jalan? ikut SP?

Apapun kegiatan kalian coba ikut kegiatan yang baru seperti menekuni hobi misalnya olahraga atau seni. Lebih baik lagi jika ikut serta melestarikan kebudayaan bangsa kita. Ada beberapa info untuk mengisi liburan yang bermanfaat dan pastinya murah meriah ! Happy holiday and have fun guys!

Jelajah Pecinaan Jakarta
Sebelum adanya negara Indonesia, orang Tionghoa sudah berada di Jakarta (Batavia). Ketika Jan Pieterszoon Coen menaklukan Jayakarta banyak orang Tionghoa didatangkan untuk membangun kota ini. Mereka kemudian bermukim di berbagai tempat di Jakarta, seperti Patekoan, Perniagaan dan Pinangsia. Di ketiga tempat ini masih dapat dilihat bangunan-bangunan bersejarah orang Tionghoa, yang kebanyakan sudah berumur lebih dari puluhan tahun. Bahkan beberapa bangunan berumur lebih dari ratusan tahun.

Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia bekerjasama dengan komunitas Love Our Heritage akan menyelenggarakan acara "Jelajah Pecinan Jakarta"
Pada Sabtu, 30 Juli 2011 Pkl.08.00 – selesai
Rute :
TPU Petamburan
Musoleum O.G.Khouw (Makam termegah di Indonesia pada pertengahan abad 20)
Rumah Papan Arwah
SMP 22
Lo Pan Bio
Gloria
Toko Tiga
Tan Seng Ong Bio
Patekoan
Gedung Tiong Hoa Hwee Koan atau SMA Cap Kauw (19)
Rumah Keluarga Souw
Lam Tjeng Tee Koen Bio
Toko Obat Lay An Tong
SMP 32
Rumah Pasar Gelap
Pintu Kecil

Tempat berkumpul di TPU Petamburan Pkl.08.00, dengan biaya Rp.45.000 / orang.
Biaya ini termasuk :
- Snack
- ID Card
- Sinopsis
- Minum
- Transport angkot dari Petamburan – Kota
- Ijin masuk
- Guide

DAFTAR SEKARANG..!
- Pembayaran dapat ditransfer ke
ACC BCA 521 500 7780
a.n. Amelia Devina

- Pastikan menyertakan 3 digit nomor handphone anda saat membayar.
misalnya nomor hp anda +62815 8551 0698, maka silakan transfer
sejumlah Rp 45.698,-

- Konfirmasi pembayaran Anda. sertakan NAMA,
NOMOR HP, E-MAIL, jumlah orang yang mendaftar ke:
a. boleh melalui sms ke 0818 724483 / 021-98992030
b. boleh kirimkan e-mail ke loveourheritage@gmail.com
c. boleh kirimkan fb message ke fb grup kami

Untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini atau mengetahui informasi lebih detail, silahkan menghubungi Wilson di 0821-77003008 atau Adjie di 0818724483m / 021-98992030.

Segera lah mendaftar, karena tempat sangat terbatas. Pendaftaran akan ditutup pada hari Kamis, 28 Juli 2011.

Untuk Komunitas Pencinta Fotografi daftar ke Michael 08170184719 or lgsg ke inbox michael Zhang saja



Info lebih lengkap buka ini http://www.facebook.com/event.php?eid=194898317235690

Buat uang jajan tambahan kalian bahkan bisa ikut lomba sekaligus mengembangkan dan melestarikan kebudayaan batik Indonesia kalian bisa ikut:
Lomba Desain Motif Batik Mahasiswa

Latar Belakang
Batik merupakan salah satu hasil karya bangsa Indonesia yang sampai saat ini banyak dikagumi oleh berbagai bangsa. Batik merupakan produk budaya Indonesia yang sangat unik dan merupakan kekayaan budaya yang harus dilestarikan dan dibudidayakan. Salah satu cara untuk mewujudkannya adalah dengan lebih mengenalkan batik kepada generasi muda yang menjadi sasaran dalam kegiatan lomba desain motif batik.  Sasaran lebih difokuskan kepada akademisi, yang mempunyai peluang menuangkan ide-ide kreatifnya sehingga dapat memperkaya nuansa batik daerah menjadi suatu karya yang lebih mudah diterima oleh kawula muda.

Tujuan
Menggali ide kreatif dari mahasiswa dalam merancang motif batik.
Meningkatkan kecintaan dan kepedulian mahasiswa terhadap pelestarian budaya batik.
Meningkatkan promosi batik khususnya batik bernuasa kearifan lokal yang semakin luas dikenal, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Tema
“BATIK NUSANTARA WARISAN BUDAYA INDONESIA UNTUK DUNIA ”

Kategori Lomba
Mahasiswa Indonesia yang masih aktif terdaftar di Perguruan Tingginya.

Syarat Umum :
Desain motif batik adalah batik tulis  dan harus menggunakan malam/lilin.
Hasil karya harus orisinil, dibuat sendiri oleh mahasiswa, bukan tiruan dari desain batik lain dan belum pernah diikut sertakan dalam lomba/dipublikasikan.
Peserta atas nama perorangan.
Desain nominator (10 besar) menjadi hak milik panitia dan akan dipergunakan untuk berbagai kepentingan.
Mengisi formulir pendaftaran keikutsertaan (formulir dapat di download di : dikti.kemdiknas.go.id atauwww.indonesia.worldbatiksummit.com).
Formulir dikirim paling lambat tanggal 10 Agustus 2011, melalui alamat email : batik.belmawa@dikti.go.id.

Ketentuan Lomba
Desain motif batik mengambarkan budaya Nusantara berciri khas Batik
Desain motif batik harus  dikerjakan diatas kain  katun ukuran 0,5 x 0.7 meter (ukuran kalender dinding)
Desain tersebut diberi penjelasan peruntukannya  untuk karya busana atau desain interior.
Desain diberi deskripsi singkat yang mencakup  judul karya, sumber ide dan alasannya,  bahan pewarna dan proses pembuatannya,  yang dinarasikan di atas kertas HVS (A4) menggunakan huruf Times New Roman 12pt spasi 1.5, maksimal 4 halaman.
Karya desain, deskripsi dan bio data peserta dimasukkan didalam amplop tertutup dan dikirimkan  atau diserahkan secara langsung ke Sekretariat panitia.
Satu peserta maksimal dapat mengirimkan 2 (dua) desain
Karya sudah diterima panitia selambat-lambatnya 15 September 2011 (cap pos)
Karya desain yang masuk akan dinilai oleh tim juri dan diambil  10 (sepuluh) nominator terbaik,  dan karya menjadi hak panitia lomba.
Dewan Juri bekerja secara profesional dan keputusan Dewan Juri TIDAK dapat diganggu gugat
Hasil desain terbaik akan diajukan untuk mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual

Kriteria Penilaian
Motif  (keunikan, artistik) (20%).
Komposisi warna (20%).
Kreatifitas (proses pembuatan, pewarnaan) (30%).
Keharmonisan antara judul, sumber ide, dan motif (30%).

Pemenang
Nominasi Pemenang (10 orang) akan diundang untuk menghadiri “World Batik Summit 2011” tanggal 28 s.d 30 September 2011 di JHCC Jakarta.
Karya Nominator akan dipamerkan pada acara “World Batik Summit 2011” untuk dipilih tiga terbaik oleh peserta seminar.
Pengumuman Pemenang dilaksanakan pada Malam Budaya tanggal 29 September 2011.

Hadiah
Pemenang akan memperoleh sertifikat dan dana pembinaan sebesar:
v  Juara 1 Rp. 10.000.000
v  Juara 2 Rp. 7.500.000
v  Juara 3 Rp. 5.000.000
v  Juara Harapan : Rp. 3.000.000 (7 orang)

Sekretariat  Panitia
Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi :
Gedung D Lt 7 Kompleks Kemdiknas
Jl . Jenderal Sudirman Pintu 1 Senayan Jakarta
Telepon: (021) 57946073
Fax: (021) 57946072
email: batik.belmawa@dikti.go.id

Contact Person:
Maslina Sembiring: 08179932981
Reny Herawati : 0811190863


info lebih lengkap:
http://www.dikti.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=2223:lomba-desain-motif-batik-mahasiswa&catid=68&Itemid=160
 atau bisa juga lihat situs ini
http://indonesia.worldbatiksummit.com/media/filemanager/2011/07/19/k/e/kerangka_acuan_lomba_desain_motif_batik.pdf


Gabrella Sabrina
Jurnalistik 2009



Wednesday, March 2, 2011

Devon Sang Waktu

Dialah Devon sebuah jam yang terkadang ditakuti dan membawa kesedihan banyak orang tetapi terkadang juga membawa kebahagiaan, terkadang membawa kekhawatiran dan selalu tidak diharapkan tetapi terkadang menjadi sebuah hal yang sangat diharapkan.
"hai devon, tolong dong waktu jangan kamu jalankan begitu cepat, masih banyak yang harus aku kerjakan." Seorang yang sedang sibuk dan dikejar batas waktu sedang memohon agar waktu bisa berjalan lambat.
"Enak aja, aku ga bisa memperlambat waktu, nanti bagaimana bagi mereka yang ingin waktu agar cepat berlalu, kasian mereka donk." Devon hanya menjawab seperti itu, pilihan yang sulit bagi Devon antara memperlambat waktu atau menjalankan waktu dengan biasa saja.

Di satu sisi jika waktu dilambatkan maka orang tadi pasti bisa menyelasaikan pekerjaan dengan tepat waktu tetapi di sisi lain jika diperlambat maka orang lain yang ingin waktu berjalan cepat justru akan semakin mengeluh mengapa waktu berjalan lambat.
"Ah waktu ini terasa begitu lambat, aku segera ingin keluar dari situasi ini, Hai Devon! kenapa waktu begitu lambat?!' Marah orang kedua pada Devon karena waktu terasa begitu lambat sedangkan ia ingin segera keluar dari situasi yang ia hadapi sekarang.
"aku ga memperlambat waktu koq, kamu aja yang merasa waktu berjalan lambat." Jawab Devon dengan tenang.
Semua pertanyaan dan permintaan yang diajukan oleh manusia hanya ditanggapi Devon dengan tenang, tidak peduli bagaimana reaksi mereka pada dirinya.
"Wah kurang ajar kamu Devon! Gara-gara kamu aku khawatir tentang masa depanku, aku belum siap untuk jadi dewasa aku masih ingin menikmati masa-masa remajaku!" Marah seorang remaja pada Devon, dia masih ingin menikmati masa-masa remajanya yang begitu indah, dia tidak ingin terlalu cepat menjadi dewasa.
"Waktu terus saja berjalan, berhenti sebentar kenapa Devon?Kurang kerjaan aja!' Tambah si remaja tadi yang masih ingin menikmati masa-masa remajanya.
"Aku tidak bisa untuk menghentikan waktu, semua itu harus berjalan." Jawab Devon yang masih begitu tenang karena dia juga sering mendapat keluhan seperti ini.
"Devon! Aku belum mau mati, kenapa aku cepat sekali menjadi tua? kenapa aku harus menjadi tua? aku belum puas dengan hidupku!" Marah seorang yang sudah tua, seorang yang tidak lama lagi akan dijemput oleh kematian.
"kamu sudah terlalu lama hidup, kamu pasti akan mati, semua orang juga pasti akan mati,semua ada waktunya." Jawab Devon pada orang tua itu dengan bijak.

Devon sang waktu selalu saja disalahkan, selalu saja mendapat keluhan dari banyak orang tetapi Devon tetap bisa tenang menghadapi semua itu, baginya semua itu hal yang biasa.
Devon selalu berprinsip bahwa dirinya benar karena waktu memang harus selalu berjalan, tidak bisa dia mempercepat atau memperlambat waktu atau bahkan menghentikan waktu karena itu akan membuat kacau semuanya.

Dia selalu sadar bahwa manusia lah yang membuat waktu itu terlalu cepat atau terlalu lambat, manusia lah yang tidak bisa mengatur waktu yang mereka miliki, mereka selalu menyia-nyiakan waktu dan jika sudah begitu mereka hanya bisa menyalahkan waktu.
Devon sadar akan hal itu dan dia tetap menjalankan waktu seperti biasa, menjalankan apa adanya. Tidak peduli selalu disalahkan dan selalu dikeluhkan. Devon hanya bisa memberikan pembelajaran bagi mereka yang selalu menyalahkan waktu bahwa waktu bukan lah yang salah tetapi manusia lah yang salah karena menyia-nyiakan waktu dan selalu tidak dapat memanfaatkan waktu dengan baik.


oleh :
Rindy Agassi

Tuesday, March 1, 2011

Give Your Comments!

Teman-teman, bagaimana tanggapan kalian terhadap pengunduran diri Prof.Yohanes Surya? Kirimkan komentar kalian ke persmailkom@rocketmail.com
Tanggapan dapat berupa tulisan opini maupun poin-poin komentar. Komentar yang masuk akan di-post di blog Persma UMN. 
Ditunggu ya!

Johannes Prajitno : “Saya Kehilangan Sparing Partner”

Berbicara Tentang Pengunduran Diri Yohanes Surya

Seperti yang telah kita ketahui, semenjak akhir Januari 2011, rektor kita Yohanes Surya telah mengundurkan diri.  Banyak desas-desus yang lantas beredar di sekitar kampus, membuat para mahasiswa pada akhirnya menuntut sebuah pernyataan resmi dari pihak rektorat.

Untuk menjawab rasa ingin tahu mahasiswa, maka pada Jumat 20 Februari 2011, beberapa perwakilan dari Divisi Jurnalistik HMF ImKom/ Persma menemui Pelaksana Harian Rektor Johannes Prajitno di lantai 9 Gedung Rektorat Universitas Multimedia Nusantara (UMN).

Banyak pertanyaan yang dilontarkan, misalnya hal-hal mendasar seperti : sejak kapan tepatnya Profesor Yohanes Surya sudah tidak menjabat sebagai  rektor UMN, alasan mengapa Yohanes Surya sudah tidak menjabat lagi, serta siapa pengganti rektor UMN sekarang.

Dalam wawancara eksklusif ini, Johannes Prajitno mengatakan bahwa Yohanes Surya telah menyatakan rencana pengunduran dirinya semenjak akhir Januari 2011, dalam sebuah rapat antara pihak rektorat dengan Yayasan Multimedia Nusantara. Alasan pengunduran diri Yohanes Surya adalah karena ia ingin lebih berkonsentrasi pada Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan dan Pendidikan di Lido, Sukabumi, lembaga pendidikan yang ia dirikan dan berkonsentrasi pada bidang life science.  Alasan lain yang mendukung adalah adanya Peraturan Pemerintah yang menyatakan  bahwa seseorang tidak boleh menjabat sebagai rektor di dua universitas berbeda (dualisme jabatan). Johanes Prajitno mengatakan, walaupun memang berat, namun pihak yayasan harus melepas Yohanes Surya, karena setiap pribadi memiliki hak untuk mengembangkan cita-citanya masing-masing.

Untuk menjawab pertanyaan mengapa Yohanes Surya baru mengundurkan diri pada tahun 2011 ini, Prajitno mengatakan bahwa salah satu alasannya adalah karena UMN sudah established, sudah memiliki gedung sendiri dan jumlah mahasiswa yang meningkat dari tahun ke tahun. Karena itu, Yohanes Surya merasa bahwa sekaranglah saat yang tepat untuk melepas jabatannya.

Prajitno mengiyakan bahwa untuk sementara ini, dirinyalah yang akan menggantikan posisi Yohanes Surya, sampai pihak yayasan menemukan pengganti rektor UMN yang tetap. Prajitno berujar bahwa perkiraan penggantian rektor secara resmi kira-kira akan jatuh antara bulan Juni-Juli.

Sempat timbul pertanyaan dalam benak para mahasiswa mengenai kelanjutan UMN tanpa adanya nama besar Prof. Yohanes Surya yang menaungi. Namun, Prajitno mengatakan bahwa kita tidak perlu khawatir akan masa depan UMN, karena sebelum pembentukan UMN secara fisik tentunya organisasi ini telah memiliki managemen strategi dan managemen krisis yang telah direncanakan secara matang. Selain itu, hal yang menjadi daya jual UMN selama ini bukan semata-mata nama besar Yohanes Surya, namun pada kurikulum yang berbasis ICT dan program magang di jaringan Kompas Gramedia.

“Semenjak pengunduran diri Prof. Yo, saya kehilangan sparing partner yang bisa saya ajak diskusi,” demikian ucap Prajitno saat ditanyakan pendapat pribadinya mengenai pengunduran diri Yohanes Surya.

Divisi Jurnalistik I'mKom